Menu

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
PDF Print

Guru Besar Program Pascasarjana S2 Kesehatan Masyarakat

 

Guru Besar di perguruan tinggi di Indonesia merupakan jabatan fungsional tertinggi di bidang akademik. Hampir semua Guru Besar telah mendapat kualifikasi doktor (Ph.D). Jumlah Guru Besar Universitas Andalas pada tahun 2014 mencapai 138 orang.

Pada akhir tahun 2014, sebanyak 3 orang Guru Besar akan mengakhiri masa bakti sebagai pegawai negeri sipil di Unand. Meskipun akan pensiun sebanyak 3 orang, jumlah Guru Besar Unand masih 135 orang atau sekitar 10%  dari jumlah dosen secara keseluruhan. Jumlah Guru Besar Unand relatif lebih banyak dibandingkan dengan jumlah Guru Besar yang terdapat di  perguruan tinggi lain di Indonesia.  Tentu jumlah Guru Besar yang cukup banyak tersebut merupakan modal sumberdaya manusia yang luar biasa untuk memajukan Unand ke depan baik dalam bidang akademik maupun non akademik.

tabel guru besar fakultasSalah satu persoalan mendasar yang dihadapi Unand adalah ketimpangan penyebaran Guru Besar menurut fakultas seperti yang diperlihatkan pada Tabel 1. Sampai  bulan  November 2014, Fakultas Kesehatan Masyarakat,  Fakultas Keperawatan dan Fakultas Kedokteran Gigi masih belum memiliki guru besar. Untuk saat ini distribusi yang demikian dapat diterima,  karena ketiga fakultas tersebut adalah fakultas baru di lingkungan Unand. Namun untuk masa mendatang, paling tidak 3 tahun ke depan ketiga fakultas baru ini harus mempunyai Guru Besar. Oleh sebab itu diharapkan dosen ketiga fakultas tersebut dapat meningkatkan kegiatan akademik, terutama dalam bidang penelitian dan publikasi di jurnal internasional.

Seandainya tidak ada pertambahan Guru Besar di Unand sampai tahun 2020, jumlah Guru Besar pada tahun tersebut masih terdapat sebanyak 110 orang (clik di sini). Selama enam tahun ke depan diprediksi hanya sebanyak 24 orang yang akan memasuki masa pensiun. Tentu sangat diharapkan Guru Besar yang memasuki masa pensiun dapat diganti oleh Guru Besar yang lebih muda paling tidak dalam jumlah yang sama dengan yang pensiun.

Persoalan selanjutnya yang tidak kalah penting adalah Guru Besar Unand juga cukup banyak yang menjadi pimpinan tertinggi/ Rektor di beberapa perguruan tinggi swasta dan perguruan tinggi negeri.  Pada tahun 2014 terdapat lima perguruan tinggi swasta dan negeri (Rektor Universitas Bung Hatta - Prof Dr Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA, Rektor Univeritas Dharma Andalas - Prof.  Dr Syukri Lukman, MS, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat - Prof Dr Bustanuddin Agus, MA,  Rektor Univeritas M. Yamin - Prof Dr Elfi Syahlan, Apt, MS, Rektor Institut Seni  Indonesia Padangpanjang - Prof Dr Novesar Jamarun, MS, dan Rektor Universitas Batam – Prof Dr Novirman Jamarun, MSc).  Meskipun semua Guru Besar yang mendapat tugas tambahan tidak meninggalkan tugas pokok di masing-masing fakultas, tetapi sudah dapat dipastikan energi, pemikiran serta waktu mereka sudah terbagi. Tentu diharapkan semua guru besar yang mendapat tugas tambahan di luar Unand tetap memberi tumpuan perhatian untuk kemajuan Unand.

Dari satu sisi, semakin banyak Guru Besar yang menjadi pimpinan perguruan tinggi di luar Unand, menunjukan bahwa sumberdaya manusia Unand diperlukan oleh perguruan tinggi lain. Kemudian secara  implisit Guru Besar Unand tersebut mempunyai tangungjawab yang besar untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi yang mereka pimpin. Hampir semua perguruan tinggi swasta di Sumatera Barat dipimpin oleh Guru Besar Unand yang masih aktif. Oleh sebab itu tidak berlebihan untuk menyatakan bahwa kemajuan pendidikan tinggi di Sumatera Barat sangat ditentukan oleh Guru Besar yang berasal dari Unand.

Saat ini juga terdapat Guru Besar  Unand yang mendapat tugas di Kementerian dan badan negara seperti lembaga hukum. Prof Dr Ir Musliar Kasim, MS menjabat sebagai Wamen di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Prof Dr Fasli Jalal sebagai Kepala BKKBN, Prof Tafdil Rahmadi sebagai Hakim Agung dan Prof Damsar sebagai Koordinator Kopertis Wilayah X. Semua guru besar tentu akan kembali ke Unand jika masa tugas yang bersangkutan telah berakhir.

Terakhir, seluruh Guru Besar Unand yang aktif sangat diharapkan dapat melaksanakan tugas pokok dan menjalankan fungsi sebagai Guru Besar secara maksimal. Unand dan masyarakat Sumatera Barat menunggu karya dan kontribusi Guru Besar Unand untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Padang, 1 Oktober 2014

Rektor

Prof.Dr. Werry Darta Taifur, SE, MA

  • Prof.DR.dr.Rizanda Machmud,M.Kes
  • Prof.Dr.dr.Menkher Manjas,SpB,SpM,FICS
  • Prof.Dr.Nursyirwan Effendi
  • Prof.Dr.Teddy Boor
  • Prof.Heri,SE,MBA
  • Prof.Purnawan Junaidi,MPH
  • Prof.Fasli Jalal,SpGK
  • Prof.dr.Nur Indrawati Lipoeto,MS,PhD,SpGK
  • Prof.Dr.dr.Delmi Sulastri,MS,SpGK